Beranda > Kesehatan, Rahasia, Sains > Terungkap, Rahasia dari Lelucon

Terungkap, Rahasia dari Lelucon

Ilmuwan mengklaim telah menemukan rahasia yang menjadi alasan mengapa sesuatu hal bisa dianggap lucu.

Selama beberapa generasi, sejumlah ahli psikologi, salah satunya Sigmund Freud, menganggap lelucon berkaitan dengan pelepasan ketegangan atau tekanan superioritas dan keganjilan.

Namun penelitian baru dari University of Colorado menunjukkan bahwa humor berasal dari keganjilan sesuatu yang berada di jalur normal.

Mereka mengangap bahwa teori sebelumnya seperti perasaan superioritas yang hilang karena seseorang sengaja melepaskan ketegangan tersebut sebenarnya bukanlah penyebab kelucuan. Ilmuwan tersebut berencana membuktikan teori bahwa abnormalitas sosial seharusnya tidak berbahaya. Individu berhak memutuskan sesuatu dapat dikategorikan lucu atau tidak, ujar peneliti.

Jarak psikologis dari pelanggaran moral ternyata lebih menghasilkan penonton yang merasa geli, tulis penelitian yang diterbitkan di jurnal Psychological Science.

Peter McGraw, salah satu peneliti di studi ini, mengambil contoh video merokok. “Saat saya pertama kali diinformasikan soal ini, saya tertawa karena ini tampak sangat tidak nyata. Orang tua mana yang membiarkan anak mereka merokok? Fakta ini menunjukkan adanya situasi yang tidak saya percayai.”

“Namun, saat saya melihat video tentang itu, maka saya tidak tertawa,” tambahnya lagi. Konsep lucu terkait dengan kedekatan seseorang dengan obyek lelucon. McGraw juga menilai ini merupakan alasan mengapa lelucon di satu tempat kemungkinan besar tidak dapat diterapkan dalam kelompok lain dengan latar belakang budaya yang berbeda.[ito]

Kategori:Kesehatan, Rahasia, Sains
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: